Anak Zaman Sekarang Gampang Stres? Begini Kata Psikolog tentang Pentingnya Literasi Emosi di Sekolah
Fenomena anak muda yang mudah stres dan cemas kini makin sering terlihat, baik di dunia nyata maupun media sosial. Para ahli psikologi menilai, salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya kemampuan mengelola emosi sejak dini.
Menurut Dr. Rani Putri, Psikolog Pendidikan dari Universitas Gadjah Mada, banyak siswa merasa tertekan karena standar akademik yang tinggi tanpa diimbangi pembelajaran tentang kesehatan mental.
“Sekolah sering fokus pada nilai, bukan pada bagaimana anak memahami dirinya. Padahal, literasi emosi sama pentingnya dengan literasi membaca dan berhitung,” ujarnya.
Program “Sekolah Peduli Mental” yang diluncurkan oleh sejumlah sekolah di Yogyakarta menjadi salah satu langkah nyata. Program ini mengajarkan siswa cara mengenali, menamai, dan menyalurkan emosi secara sehat. Kegiatan seperti journaling, meditasi ringan, dan diskusi kelompok kini rutin dilakukan seminggu sekali.
Salah satu siswa SMA Negeri 4 Yogyakarta, inisial AA (17), mengaku merasa lebih tenang sejak mengikuti program ini.
“Dulu kalau marah atau cemas, saya pendam sendiri. Sekarang jadi lebih tahu cara menenangkan diri dan berani cerita ke guru BK,” katanya.
Psikolog juga mendorong orang tua untuk lebih terbuka terhadap isu kesehatan mental anak. “Jangan anggap anak yang curhat itu lemah. Justru itu tanda ia mulai sadar dan butuh dukungan,” tambah Dr. Rani.
Program seperti ini diharapkan bisa menjadi model bagi sekolah lain di Indonesia untuk menanamkan kesehatan mental dan kecerdasan emosional sebagai bagian dari kurikulum pendidikan nasional.


Post Comment